News & Updates
News & Updates / Updates / Memperkuat Peran Keluarga dan Generasi Muda dalam Pengelolaan Limbah Jaring
Memperkuat Peran Keluarga dan Generasi Muda dalam Pengelolaan Limbah Jaring
DCA

Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan sehari-hari. Di kawasan pesisir, keluarga nelayan juga menjadi bagian dari ekosistem sosial yang dapat membantu mendorong perubahan dalam cara masyarakat melihat dan mengelola jaring yang sudah tidak digunakan.

 

Karena itu, program Pengolahan Limbah Jaring di Pesisir Kalibaru, yang dijalankan DCA bersama Pelindo dan Parongpong RAW Lab, menerapkan pendekatan Door-to-Door Education (DTDE) untuk membawa edukasi langsung kepada keluarga nelayan. Pendekatan ini memungkinkan proses edukasi berlangsung melalui percakapan yang lebih dekat dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

 

Sebelum kegiatan dimulai, pada 27 Mei 2025, sebanyak 19 perempuan yang merupakan pengurus bank sampah dari RW 06 dan RW 08 mengikuti sesi pembekalan. 

 

Mereka mempelajari materi mengenai dampak lingkungan dan ekonomi dari Abandoned, Lost, and Discarded Fishing Gear (ALDFG), metode penyampaian informasi kepada warga, jadwal kegiatan, serta cara menjawab pertanyaan yang mungkin muncul selama proses edukasi.

 

Para pengurus bank sampah kemudian memetakan wilayah yang memiliki rumah tangga nelayan agar kegiatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Uji coba pertama dilakukan di RW 08, khususnya RT 6, 7, dan 8, dengan menjangkau sekitar 10 anggota keluarga nelayan.

 

Door-to-Door Education (DTDE) oleh pengurus bank sampah di Kalibaru.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas dapat menjadi strategi yang relevan bagi masyarakat Kalibaru. Informasi disampaikan oleh orang-orang yang mengenal lingkungan dan keseharian warga, sehingga proses komunikasi dapat berlangsung secara lebih personal dan kontekstual.

 

Lebih dari itu, keterlibatan pengurus bank sampah, yang dalam sesi pembekalan DTDE seluruh pesertanya adalah perempuan, menunjukkan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak perubahan di tingkat komunitas.

 

 

Mengenalkan Pengelolaan Limbah Jaring kepada Generasi Muda

Edukasi limbah jaring di SMPN 53 Kalibaru.

Pada 20 Juni 2025, tim program melakukan koordinasi dengan SMPN 53 Kalibaru untuk mempersiapkan kegiatan edukasi mengenai ALDFG dan pengelolaan sampah. 

 

Sekolah menyambut positif rencana tersebut dan memberikan masukan agar materi tidak hanya membahas limbah jaring, tetapi juga dikaitkan dengan pengelolaan sampah rumah tangga.

 

Sekolah juga mengusulkan penyediaan materi cetak yang dapat dibawa siswa ke rumah serta fasilitas drop box untuk mendukung praktik pemilahan sampah. Masukan tersebut menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi lebih dari sekadar lokasi pelaksanaan edukasi. 

 

Sekolah berpotensi menjadi penghubung antara pengetahuan, praktik sehari-hari, dan keluarga. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami persoalan sampah laut di ruang kelas. Mereka juga dapat membawa pengetahuan tersebut ke rumah, membicarakannya bersama keluarga, dan mulai membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini.

 

Dengan demikian, proses edukasi dapat bergerak dua arah: dari rumah menuju komunitas, serta dari sekolah kembali ke keluarga.

 

 

Penulis: Haneeza Afra

Share

Date Created

14 July 2025

Original Source

Copyright © 2021 Divers Clean Action | All Rights Reserved